Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »
Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | 1 Komentar »
Dokter juga manusia, butuh udara untuk hidup, butuh makanan untuk hidup, bisa hidup juga bisa mati. Kematian tidak bisa ditolak dan diundurkan kalau memang sudah digariskan. Walau sudah berhati – hati , ada saja jalannya untuk menghadapkan amal kita.
Jumat,28 maret 2008,pukul 19.00, dokter Agus Sapto 95 mengirim SMS mengabarkan bahwa dr.Rusfandi,30 th, KLL (kecelakaan lalu lintas) hingga meninggal dunia. Inna Lillahi wa inna Lillah Roji’un.
Ini menambah deretan rekan-rekan kita yang meninggal karena KLL dalam waktu 2 tahun terakhir. Sebelumnya rekan adik kelas dr. Hilmy rosyida dan dr. Abdul Cholik telah mendahului kita karena KLL juga.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap berhati- hati di jalan.Berikut kutipan berita dari Indo Pos online.
Sabtu, 29 Mar 2008,
Hendak Ujian, Dokter Tewas Terlindas Truk
SURABAYA – Satu lagi nyawa melayang sia-sia di jalan raya. Rusfandi, 25, seorang dokter yang bertugas di Bangkalan kemarin (28/3) siang tewas terlindas truk kontainer di Jalan Perak Barat, persis di ujung Jalan Tanjung Karawitan.
Kasatlantas KP3 Tanjung Perak AKP Sukarli mengatakan, setelah kecelakaan, sopir truk kontainer itu berusaha kabur. “Setelah kejadian, sopirnya menghilang,” tuturnya kepada Jawa Pos di lokasi.
Namun, Sunanto yang mengemudikan truk bernopol DK 8114 BN tersebut akhirnya menyerah sekitar pukul 16.30. Warga Sidoarjo itu mengaku melarikan diri karena takut bakal diamuk oleh massa.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 13.40. Sehingga, terjadi kemacetan di Jalan Raya Perak Barat. Selain mengundang perhatian warga, proses evakuasi truk yang naik ke trotoar itu menyulitkan petugas. Petugas baru bisa menarik truk tersebut setelah selang setengah jam dari waktu kejadian. Sementara itu, korban yang sebagian tubuhnya remuk tersebut sempat dibiarkan tergeletak di badan jalan. Evakuasi jenazah dilakukan setelah polisi tiba sekitar pukul 14.25.
Yuristiarso, seorang saksi mata, mengatakan, kecelakaan itu terjadi sangat cepat. Waktu itu, truk kontainer dan sepeda motor Revo bernopol M 2792 GQ yang dikendarai oleh korban sama-sama berjalan dari arah selatan menuju Pelabuhan Tanjung Perak. “Posisi korban berada di samping kanan truk,” jelasnya.
Tiba-tiba, tutur dia, truk berbobot mati 20 feet itu oleng, lalu mengarah ke kanan, yakni ke arah korban. “Saya tidak tahu sebabnya. Tiba-tiba, korban sudah berada di bawah truk,” ujarnya. Bisa dipastikan, korban tewas seketika.
Menurut Sutrisno, saksi mata lainnya, truk tersebut bergerak liar akibat menghindari mobil di depannya yang mengerem mendadak. Mungkin, sopir truk lantas membanting setir ke kanan. “Korban yang berada di arah kanan langsung terlindas,” ucapnya.
Sebenarnya, lanjut dia, ada empat sepeda motor yang berada di samping kanan truk itu. “Hanya, yang tiga berhasil menghindar. Sementara, korban yang terdepan tak sempat menghindar,” tambahnya.
Korban hingga sore kemarin masih divisum di RSU dr Soetomo. Menurut Arif Budiman, keluarga korban, Rusfandi adalah seorang dokter yang bertugas di Bangkalan. Saat ini, dia tengah menjalani program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di FK Unair. Kemarin, korban ke Surabaya untuk mengikuti tes anestesi di Unair. “Saya tak menyangka bahwa dia (Rusfandi, Red) mengalami musibah itu,” katanya dengan nada lirih. (ded/nw)
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=333252
DIarsipkan di bawah: Dokter, KLL | Leave a Comment »
KALTIMPOST,Senin, 24 Maret 2008
Lupus, Si Penyakit Seribu Wajah
dr Qimi: Gejala Awalnya mirip Penyakit Biasa Lainnya
PERNAH mendengar nama penyakit Lupus? Penyakit ini memang kalah pamornya dibanding HIV/AIDS, DBD, kanker, atau yang lainnya. Walau begitu, penyakit ini harus tetap diwaspadai. Karena jumlah penderitanya makin meningkat, dan memengaruhi kualitas hidup seorang penderita odapus (Orang dengan Lupus)
Menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dr Fajar Rudy Qimindra, Lupus atau yang dalam dunia kedokteran disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus (SLE) berasal dari bahasa latin yang berarti anjing hutan. Istilah ini mulai dikenal sejak abad ke-10. Sedang eritematosus berarti merah. Ini untuk menggambarkan ruam merah pada kulit yang menyerupai gigitan anjing hutan di sekitar hidung dan pipi. Sehingga dari sinilah istilah lupus tetap digunakan untuk penyakit Systemic Lupus Erythematosus.
Gejala awalnya sering memberikan keluhan rasa nyeri di persendian. Tak hanya itu, seluruh organ pun tubuh terasa sakit bahkan terjadi kelainan pada kulit, serta tak jarang tubuh menjadi lelah berkepanjangan dan sensitif terhadap sinar matahari.
Dikatakan Qimindra, batasan penyakit ini adalah penyakit autoimun, sistemik, kronik, yang ditandai dengan berbagai macam antibodi tubuh yang membentuk komplek imun, sehingga menimbulkan reaksi peradangan di seluruh tubuh.
“Autoimun maksudnya, tubuh penderita lupus membentuk daya tahan tubuh (antibodi) tetapi salah arah, dengan merusak organ tubuh sendiri, seperti ginjal, hati, sendi, sel darah dan lain-lain. Padahal antibodi seharusnya ditujukan untuk melawan bakteri/virus yang masuk tubuh,” terang pria yang akrab disapa dr Qimi ini.
Sedangkan sistemik, terangnya, memiliki arti bahwa penyakit ini menyerang hampir seluruh organ tubuh. Sementara kronis, maksudnya adalah sakit lupus ini bisa berkepanjangan, kadang ada periode tenang lalu tiba-tiba kambuh lagi.
Dikatakan Qimi, penyakit lupus lebih banyak menyerang wanita usia 15 – 45 tahun dengan perbandingan mengenai perempuan antara 10 – 15 kali lebih sering dari pria.
“Artinya, penyakit ini sering mengenai wanita usia produktif tetapi jarang menyerang laki-laki dan usia lanjut,” tuturnya
Adapun penyebabnya, sampai sekarang belum diketahui dengan jelas. Tapi diduga adanya faktor pencetus pada lingkungan antara lain, seperti infeksi, sinar ultraviolet, pemakaian obat-obatan tertentu, alergi, stres mental dan fisik.
Jadi diperkirakan penyakit lupus timbul dari interaksi berbagai macam paparan yang terdapat di lingkungan dengan individu yang secara genetik rentan terhadap paparan tersebut.
Gejala klinis penyakit lupus ini, menurut Qimi, sangat luas dan tergantung bagian tubuh mana yang terkena. Mulai dari yang ringan berupa bintik-bintik merah di kulit dan nyeri sendi sampai yang berat karena menyerang organ tubuh yang vital seperti otak, jantung, paru-paru dan ginjal.
Pada awal perjalanannya, ungkap Qimi, penyakit ini ditandai dengan gejala klinis yang tak spesifik, antara lain lemah, lesu, panas, mual, nafsu makan menurun, dan berat badan turun. Gejala awal yang tidak khas ini mirip dengan beberapa penyakit yang lain.
Oleh karena gejala penyakit ini sangat luas dan tidak khas pada awalnya, maka tidak sembarangan untuk mengatakan seseorang terkena penyakit lupus.
“Akibat gejalanya mirip dengan gejala penyakit lainnya, maka lupus dijuluki sebagai penyakit peniru. Julukan lainnya adalah si penyakit seribu wajah,” sebutnya.
”Karena itulah, biasanya pasien melakukan shopping doctor (berpindah-pindah dokter) sebelum diagnosis penyakitnya dapat ditegakkan,” tambah Qimi.
Menurut American College Of Rheumatology 1997, kutip Qimi, diagnosis SLE harus memenuhi 4 dari 11 kriteria yang ditetapkan. Adapun penjelasan singkat dari 11 gejala tersebut, adalah sebagai berikut:
1. Ruam kemerahan pada kedua pipi melalui hidung sehingga seperti ada bentukan kupu-kupu, istilah kedokterannya Malar Rash/Butterfly Rash.
2. Bercak kemerahan berbentuk bulat pada bagian kulit yang ditandai adanya jaringan parut yang lebih tinggi dari permukaan kulit sekitarnya.
3. Fotosensitive, yaitu timbulnya ruam pada kulit oleh karena sengatan sinar matahari
4. Luka di mulut dan lidah seperti sariawan (oral ulcers).
5. Nyeri pada sendi-sendi. Sendi berwarna kemerahan dan bengkak. Gejala ini dijumpai pada 90 % odapus.
6. Gejala pada paru-paru dan jantung berupa selaput pembungkusnya terisi cairan.
7. Gangguan pada ginjal yaitu terdapatnya protein di dalam urine.
8. Gangguan pada otak/sistem saraf mulai dari depresi, kejang, stroke, dan lain-lain.
9. Kelainan pada sistem darah di mana jumlah sel darah putih dan trombosit berkurang. Dan biasanya terjadi juga anemia
10. Tes ANA (antinuclear Antibody) positif
11. Gangguan sistem kekebalan tubuh.
Ia menjelaskan, untuk pengobatan lupus, perkembangan obat-obatannya jauh lebih baik dibandingkan 2-3 dekade yang lalu. Selain obat-obatan, terapi non-obat yang dianjurkan untuk odapus adalah dengan menghindari faktor pencetus seperti paparan sinar matahari yang terlalu banyak, hindari stres mental dan fisik yang berlebihan.
“Membangun sikap mental yang positif, berolahraga, mengonsumsi nutrisi yang cukup, dan kontrol ke dokter secara reguler adalah langkah–langkah yang baik untuk tetap sehat walau lupus bersemayam dalam tubuh,” terangnya.
Anda Terdiagnosis Penyakit Lupus ?
Harus dipastikan dulu oleh dokter ahli bahwa itu memang benar Lupus. Jadi tidak sembarangan memvonisnya. Tetapi apabila memang sudah tegak diagnosisnya, jangan bingung dan cemas. Banyak pihak yang akan membantu edukasi dan dukungan seperti dari Yayasan Lupus Indonesia (YLI), dari dokter pemerhati lupus dan tentunya dari pemerintah.
“Informasi pendidikan yang benar seperti lupus bukan penyakit yang menular dan dukungan dari masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk orang dengan lupus ini,” tegasnya.(*/dha)
DIarsipkan di bawah: Kaltim Post, Konsultasi, Odapus, SLE, lupus | Leave a Comment »
Detik –Detik Terakhir Untuk Mereview Blogguebo.Com
Wajah menunduk di balik topi, o..o.. siapa dia? Ini dia……..
Kesan Pertama Sangat Berkesan.
Ia bukan bukan kakak kandungku, ia bukan teman kuliahku, ia bukan teman sekolahku, ia bukan pula mentorku yang dibayar.Tetapi dia seorang teman yang bertemu di dunia maya. Pertemuan yang baru dan singkat tidak mengurangi makna sebuah pertemanan.
Mungkin kita harus merubah peribahasa, tak kenal maka tak sayang, yang tidak selalu benar. Lihatlah komentar- komentar beliau di berbagai blog . Bermain di kata- kata. Percaya kekuatan kata- kata itulah seperti yang ingin diungkapkan oleh Mas Medhy.
Sungguh menggembirakan mempunyai teman lainnya yang menggugagh semangat seperti komentarnya mas fatihsyuhud, Cak Moki, Mas Dani.
Menulis itu mudah. Begitulah kesan kita melihat tulisan-tulisan di blogguebo. Melalui wawancara dengan sejumlah blogger profesional di dalam negeri maupun luar negeri, Mas Medhy mendapatkan sejumlah artikel yang sangat berkualitas. Bandingkan apabila harus meminta khusus mereka untuk menulis, akan memakan waktu dan biaya. Maka artikel-artikel tersebut sudah menjadi pillar article.
Tulisan- tulisan lain juga dibuat mengalir begitu mudah. Sederhana dan mudah dipahami terutama buat newbie.
Lalu apa yag membuat pecinta blog ini tetap bertahan dan mau mempromosikannya? Jawabnya: Mas Medhy mampu menebar semangat pembaca dan memperhatikan hal- hal yang detail dan sangat kecil.
Lihatlah komentar-komentar di blog tersebut maupun di blog lain sebagai kunjungan balasan. Salah satu contohnya adalah diblogku yang baru seumur jagung ini. Betul- betul menyejukkan dan membangun semangat. Padahal pertemanan kita bisa dibilang teramat singkat . Beliau berkomentar ….. Seneng bisa mampir kesini. Jarang sekali saya menemukan blog dengan niche seperti ini dan up to date. Good luck, Mas. Salam kenal.
……………………
Detail kecil apa saja yang diperhatikan oleh Mas Medhy? Banyak orang dapat menulis dengan tulisan yang bagus tetapi yang memperhatikan detail kecil sangatlah sedikit. Memperlakukan pembaca tidak sekedar pembaca tetapi lebih dari itu. Dan perhatikan juga komentar- komentar beliau ketika menanggapi suara pembaca. Selalu diawali Mas X, Mbak Y, Pak P, …….atau diakhirnya………buat Mas Fajar, Mbak Y, Bapak B.Sebutan panggilan plus nama selalu muncul. Inilah diantaranya yang membuat pembaca jadi pembaca setia dan selalu menginfokan ke teman-teman yang lain.
Bagaimana bentuk bisnis online yang dijalankan oleh Mas Medhy? Berapa jumlah blognya beliau? Apakah hanya mengandalkan blogguebo saja? Tidak ada yang tahu persis karena Mas Medhy tidak menginformasikan secara open. Sedikit membandingkan dengan problogger yang mau mencantumkan jaringannya/ beberapa blog yang lainnya.
Sebagai penutup semoga blog ini terus mau membagikan ilmunya yang patut diserap. Aktifitas blogging tidak menghalangi untuk make maney from blog.
DIarsipkan di bawah: bisnis online, blogguebo, mendaftar Google Adsense | Leave a Comment »
KaltimPost, Rabu,19 Maret 2008
Tanya:
Dok, Apisate itu obat apa? teman saya sering menggunakannya tanpa resep dokter.apa efek samping dan kegunaannya.? Apa bisa menimbulkan efek “ fly” ? terima kasih sebelumnya.
Jawab:
Terima kasih atas pertanyaanya dan semoga sehat selalu,
Penggunaan obat di dalam penyembuhan penyakit memang semakin mudah dan terjangkau.Di satu sisi ini menggembirakan bagi masyarakat, namun di sisi lain terkadang terjadi penggunaan yang salah. Semua ini adalah dampak dari bertambahnya jumlah penjual obat (apotek, toko obat, dan warung obat) maupun jenis obat yang dipasarkan.
Yang harus digarisbawahi bahwa obat merupakan suatu bahan yang menyebabkan perubahan fungsi-fungsi biologis dalam tubuh melalui serangkaian proses kimia. Karena itulah obat harus digolongkan untuk peningkatan keamanan penggunaan dan tepat sasarannya.
Secara sederhana penggolongan obat menjadi 3 jenis yaitu obat bebas, obat keras dan obat psikotropika /narkoba. Obat bebas adalah obat yang boleh dibeli tanpa resep dokter. Kalau kita mengenal istilah obat OTC (= Over The Counter),maka yang dimaksud adalah obat bebas ini. Sedangkan obat keras adalah obat berkhasiat keras yang harus dibeli dengan resep dokter dan dalam pengawasannya. Obat ini dikenal juga dengan golongan obat daftar G (Gevaarlijk = berbahaya).
Apisate seperti pertanyaan di atas merupakan salah satu jenis obat anti gemuk atau anti obesitas yang beredar di pasaran. Obat ini mengandung Diethylpropion Hcl 75 mg, dan beberapa jenis vitamin B. Obat pelangsing ini bekerja di otak dengan menekan nafsu makan seperti juga golongan obat amfetamin. Karena bekerja di sistem pusat (otak) maka penderita hipertensi, penyakit jantung , epilepsi, kencing manis harus berhati-hati menggunakannya. Yang perlu diingat juga obat ini dapat menimbulkan ketergantungan.
Efek samping yang harus diperhatikan seperti jantung berdebar, peningkatan tekanan darah, nyeri di dada, pusing, mengantuk, dan beberapa gangguan organ pencernaan.The Encyclopedia of Addictive Drugs melaporkan adanya menyalahgunaan golongan Diethylpropion. Ini dikarenakan golongan obat ini menekan nafsu makan di pusat (anorectic) seperti golongan amphetamine.Sehingga obat ini tidak direkomendasikan untuk menderita penyakit psikis ataupun penyalahgunaan obat (drug abuse).Bila tetap diberikan maka pada hari 1 sampai 3 pemakaian akan timbul perasaan senang dan rasa terbang, tetapi pada hari selanjutnya akan timbul rasa gelisah dan tidak tenang yang sangat mengganggu.
Secara umum obat anti gemuk itu terbagi dua bagian berdasar cara kerjanya. Pertama yaitu jenis obat yang memerintahkan pada otak untuk menekan nafsu makan. Kedua, jenis obat yang mempunyai cara kerja dengan membatasi penyerapan lemak dari makanan di lambung dan usus halus.
Baik Jenis pertama dan kedua mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Obat jenis pertama yang bekerja melalui otak, sangat besar kemungkinan untuk membuat pemakainya ketergantungan bila dibandingan jenis kedua. Sedangkan jenis obat kedua yang bekerja melalui pemblokkan lemak, akan melarutkan lemak yang berfungsi menyerap vitamin D, E, dan K. Jadi perlu menambah asupan vitamin jenis tersebut ke dalam tubuh
Apapun jenisnya, obat anti gemuk bukanlah pilar utama untuk mengatasi problem kegemukan.Pembatasan asupan kalori dan peningkatan aktivitas fisik merupakan pilar penting dalam pengaturan berat badan. Karena kegemukan merupakan masalah perilaku, maka perubahan perilaku juga perlu dilakukakan. Jadi cara potong kompas dengan mengandalkan obat saja tidak akan menyelesaikan masalah kegemukan.
Setelah tidak sembarang mengkonsumsi obat anti gemuk, tindakan bijak berikutnya adalah selalu berkonsultasi dengan dokter ahli bila hendak menggunakan obat. Semoga sehat selalu.
gambar diambil dari http://blognyayoga.wordpress.com/category/health/
DIarsipkan di bawah: Kaltim Post, Konsultasi, apisate, obat anti gemuk, obat anti obesitas, obat langsing | Leave a Comment »
dr.Fajar Rudy Qimindra
Kaltim post,Sabtu, 8 Maret 2008
PERNAH menemukan suami yang sering terganggu tidurnya akibat masalah Buang Air Kecil (BAK) yang tidak lancar alias tersendat-sendat? Padahal sejatinya, BAK merupakan salah satu cara tubuh mengatur agar jumlah cairan di dalam tubuh tidak berlebih. Juga, membuang bahan yang tak lagi bermanfaat dan harus dikeluarkan lewat kencing. Kalau pernah, waspadalah! Bisa jadi suami Anda menderita pembesaran kelenjar prostat.
Menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra, kelejar prostat adalah salah satu organ kelamin pria yang terletak di bawah kandung kemih dan membungkus saluran kemih yang terakhir (uretra pars prostatika). Bila mengalami pembesaran, jelas Qimi sapaan akrabnya, organ ini akan membuntu saluran tersebut tersebut dan menyebabkan terhambatnya aliran urine yang keluar dari kandung kemih.
“Bentuknya sebesar buah kenari dengan berat normal pada orang dewasa kurang lebih 20 gram. Kelenjar ini merupakan salah satu kelenjar kelamin yang penting bagi seorang pria yang berperan dalam produksi senyawaan yang penting pada pembentukan cairan semen,” terangnya.
Dikatakan Qimi, salah satu gangguan prostat yang sering terjadi ialah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pertumbuhan berlebihan dari sel-sel prostat yang tidak ganas. Pembesaran prostat ini merupakan proses alamiah yang terjadi pada laki-laki sesuai pertambahan usia akibat bertambahnya sel kelenjar prostat. “Berdasarkan penelitian, jika seseorang berumur lebih dari 50 tahun, kemungkinan dia mengalami pembesaran prostat adalah 50%. Dan ketika ia berusia 80-85 tahun, kemungkinan itu meningkat menjadi 90%,” papar Qimi.
Lebih lanjut dikatakan, penyebab membesarnya prostat sampai saat ini belum diketahui secara pasti. Tetapi beberapa hipotesis menyebutkan bahwa proses ini erat kaitannya dengan kadar hormonal dan proses penuaan (aging process).
Dia menjelaskan, adapun yang dimaksud akibat gangguan hormonal yaitu dengan bertambah tuanya seorang pria maka kadar hormon seks pria (androgen) seperti testosteron menjadi berkurang, sedangkan hormon seks wanita berupa estrogen yang dalam keadaan normal didapati dalam jumlah sangat sedikit, sedangkan pada pria menjadi meningkat.
Gejala BPH ini sendiri, ungkap Qimi, dapat digolongkan menjadi dua yaitu gejala obstruktif (pembuntuan) dan gejala iritatif (iritasi). Gejala obstruktif meliputi hesitancy (menunggu untuk memulai kencing), pancaran kencing lemah, pancaran kencing terputus-putus, tidak puas saat selesai berkemih, rasa ingin kencing lagi sesudah kencing dan keluarnya sisa kencing/tetesan urine pada akhir berkemih (terminal dribbling).
“Yang termasuk gejala iritatif adalah frekuensi kencing yang tidak normal (terlalu sering), terbangun di tengah malam karena sering kencing, sulit menahan kencing, dan rasa sakit waktu kencing. Terkadang bisa juga terjadi hematuria (kencing berdarah),” sebutnya.
Pada umumnya, tambah Qimi, penderita menunjukkan gejala-gejala yang merupakan gabungan dari gejala akibat penyumbatan dan iritasi, walaupun sering hanya satu atau dua gejala yang menonjol.
Menurut Qimi, tidak semua pasien BPH perlu menjalani tindakan medis. Kadang-kadang mereka yang mengeluh ringan dapat sembuh sendiri tanpa mendapatkan terapi apapun. Tetapi di antara mereka ada juga yang membutuhkan terapi obat-obatan atau tindakan medis lainnya karena keluhannya makin parah.
Berikut beberapa pilihan terapi pada pasien BPH yang disarankan dr Qimi:
1. Observasi: Bagi penderita yang tanpa keluhan sampai keluhan ringan
2. Obat-obatan: Ada obat yang berfungsi mengurangi hambatan di leher kandung kemih sehingga bisa memperlancar saat berkemih, ada obat yang berfungsi mengurangi volume prostat yang obat tersebut bekerja secara hormonal. Selain kedua jenis obat tersebut, ada juga terapi dengan fitotherapy/ jamu-jamuan yang mekanismenya belum jelas.
3. Operasi: Ini ditujukan bagi penderita BPH yang sudah menimbulkan penyulit tertentu seperti batu saluran kemih, kencing berdarah, infeksi saluran kemih atau setelah mendapatkan terapi obat-obatan tidak menunjukkan perbaikan
4. Operasi invasif minimal: Tindakan operasi yang minimal yang ditujukan bagi pasien yang mempunyai risiko tinggi pembedahan.(*/dha)
DIarsipkan di bawah: Kaltim Post, Konsultasi, Prostat | Leave a Comment »
Di mana batas dunia maya dan nyata? di mana batas dunia online dan offline? tidak ada yang tahu. Banyak aktifitas antara keduanya yang saling mendukung. Saling mengisi kekurangan dan kelebihan sehingga dapat dicapai simponi keindahan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Lalu apa kaitannya dengan blog ini? Tak terasa 3 minggu sudah blog ini muncul di dunia maya. Aktifitas konsultasi kesehatan yang selama ini dilakukan secara offline bisa kita teruskan di dunia online. Sejak 2 tahun yang lalu saya membantu Harian Kaltim Post mengisi rubrik konsultasi kesehatan.Dalam rentang waktu yang lama tersebut banyak catatan-catatan yang bisa dikumpulkan kurang lebih ada 85 jawaban yang dimuat di harian tersebut.
Nah, kalau di dunia offline, catatan tersebut hanya bermanfaat bagi masyarakat Kalimantan Timur, Karena memang terbitnya untuk konsumsi masyarakat di sana. Diharapan setelah blog ini menjadi kenyataan dapat bermanfaat tidak saja untuk masyarakat Kaltim, tetapi untuk masyarakat Indonesia. Kalau perlu masyarakat dunia (mimpi kali……).
Jadi, mulai edisi ini catatan- catatan yang lama tersimpan mau diterbitkan secara online. Mohon maaf kalau dianggap basi (emang terasi…..). dan ucapkan terima kasih kepada RS Pertamina Balikpapan, Kaltim Post, teman-teman di SMF Umum dan Spesialis, dan pihak- pihak yang tulisannya dijadikan bahan rujukan dalam jawaban tersebut.
Berikut 15 postingan selama 3 minggu:
DIarsipkan di bawah: Kaltim Post, Konsultasi | Leave a Comment »
Dr.Fajar Rudy Qimindra
dr.Umum RS Pertamina balikpapan
Dok, Saudara saya seorang wanita menderita kedua kakinya bengkak. hasil laboratoriumnya menunjukan nilai albumin darahnya rendah. Dan harus diberi infusan albumin. Adakah pengganti albumin dari makanan? Soalnya mahal harga satu botolnya albumin. saya mendengar ikan gabus itu tinggi albuminnya Apa Benar, Dok?
Ibu Kam, Bppn.
Jawab:
Salam sehat selalu buat Ibu dan keluarga,
Kedua kaki bengkak dapat mengarah ke banyak hal yang harus ditegaknya diagnosis penyakit tersebut. Beberapa kemungkinannya berupa kelainan hati, jantung, ginjal ataupun penyakit lain yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh . Tentunya setelah menjalani pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan lainnya , dokter akan memastikan jenis penyakit tersebut.
Sedangkan albumin itu sendiri adalah salah satu jenis protein darah yang diproduksi di hati (hepar). Saat Hati normal mampu memproduksi 11-15 gr Albumin/ hari. Bahkan ia merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen.Sedangkan nilai normal dalam darah sekitar 3.5 sampai 5 g/dL.
Albumin memiliki sejumlah fungsi. Fungsi pertama yakni mengatur tekanan osmotik di dalam darah. Albumin menjaga keberadaan air dalam plasma darah sehingga bisa mempertahanan volume darah. Bila jumlah albumin turun maka akan terjadi penimbunan cairan dalam jaringan (edema) misalnya bengkak di kedua kaki. Atau bisa terjadi penimbunan cairan dalam rongga tubuh misalnya di perut yang disebut ascites.
Fungsi yang kedua adalah sebagai sarana pengangkut/transportasi. Ia membawa bahan –bahan yang yang kurang larut dalam air melewati plasma darah dan cairan sel.Bahan-bahan itu seperti asam lemak bebas, kalsium, zat besi dan beberapa jenis obat.
Albumin bermanfaat juga dalam pembentukan jaringan tubuh yang baru. Pembentukan jaringan tubuh yang baru dibutuhkan pada saat pertumbuhan (bayi, kanak-kanak, remaja dan ibu hamil) dan mempercepat penyembuhan jaringan tubuh misalnya sesudah operasi, luka bakar dan saat sakit .
Begitu banyaknya manfaat albumin sehingga dapat dibayangkan apabila mengalami kekurangan maka banyak organ tubuh yang sakit.
APA MANFAAT IKAN GABUS?
Banyak sumber albumin yang yang bisa kita manfaatkan seperti telur , susu dan daging. Bagaimana dengan ikan gabus ? ikan ini dikenal juga dengan nama kutuk ,aruan, kocolan , bogo , licingan , atau dalam bahasa Inggris disebut common snakehead.
Beberapa penelitian telah dipublikasikan diantaranya disampaikan oleh Prof.Doktor.Ir.Eddy Suprayitno MS, Guru Besar Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang dalam Rapat Senat Terbuka Tgl 4 Januari 2003.Lebih lanjut melalui dokter bedah Digestif dalam penelitiannya dia telah melakukan verifikasi antara Human Serum Albumin dengan Fish Albumin Ikan Gabus dan terbukti dapat mempercepat penyembuhan luka hingga 30 % (dari rerata 10 hari menjadi 7 hari).
Memang tidak semua orang suka dengan rasa dan bauamis ikan gabus. Hal ini sudah disiasati dengan cara ikan gabus dibuat ekstrak dalam bentuk bubuk lalu dimasukkan ke dalam kapsul.Penelitian ini dilakukan oleh Prof. DR. dr. Nurpudji A. Taslim, MPH., SpGK., ahli gizi dari CFNH (Center for Food, Nutrition, and Health) bersama rekan-rekannya di Universitas Hasanudin, yang berhasil membuktikannya. Penelitian ini dilakukan di RS Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Sulawesi Selatan. Setelah beberapa kali mengonsumsi ikan gabus, kadar albumin si pasien meningkat sehingga kesehatannya pun membaik lebih cepat. Beberapa penelitian juga bernada sama yaitu ada manfaat ikan gabus untuk meningkatkan kadar albumin.
Tentunya tidak hanya berhenti pada ikan gabus saja. Masih banyak jenis ikan lainnya yang belum dilakukan penelitian . Tidak hanya nilai albumin saja yang diperhatikan tetapi juga asupan gizi seimbang. Karena tubuh juga membutuhkan zat gizi dari karbohidrat, lemak,protein jenis lain, vitamin dan mineral. Dan tetap mengikuti advis dokter yang merawat.
Semoga bermanfaat dan salam sehat selalu.
DIarsipkan di bawah: Albumin, Ikan Gabus, Kaltim Post, Konsultasi | Leave a Comment »
Kaltim Post.Rabu, 27 Februari 2008
DARI sekian banyak gangguan kesehatan, sakit kepala termasuk yang paling umum terjadi pada manusia. Kendati demikian, penyembuhan dari penyakit ini disinyalir masih sering kurang tepat dilakukan. Oleh banyak orang, penyembuhan sakit kepala ini hanya mengandalkan obat penghilang rasa nyeri jenis analgesik. Padahal, mengobati sakit kepala memerlukan penanganan yang lebih cermat, sehingga nyeri di kepala tidak kembali mudah menyerang. Apalagi jika frekuensi dan waktu serangan telah lama diderita oleh si penderitanya.
Menurut dokter umum Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) dr Fajar Rudy Qimindra, sakit kepala adalah rasa nyeri atau rasa tidak enak di kepala yang bersifat setempat atau menyeluruh dan dapat menjalar ke wajah, mata, gigi dan leher. Hal ini disebabkan karena semua struktur di kepala adalah bagian yang sangat peka terhadap rasa nyeri, kecuali otak yang tidak sensitif terhadap rasa nyeri.
“Sifat nyeri ini sangat subjektif sekali, tergantung respons dari masing-masing individu,” ujar pria yang akrab disapa dr Qimi ini.
Pada dasarnya, terang Qimi, nyeri kepala dapat dibagi menjadi dua bagian. Pertama, nyeri kepala yang bersifat primer berupa migrain umum, migrain klasik, nyeri kepala cluster, dan nyeri kepala tegang otot. Umumnya, sakit kepala bersifat fungsional seperti ini dan tidak ada hubungannya dengan perubahan-perubahan organik di dalam otak. Karena otak tidak peka terhadap nyeri.
Kemudian yang kedua, nyeri kepala yang bersifat sekunder seperti nyeri kepala pascatrauma, nyeri kepala karena penyakit sistemik (anemia, hipertensi, hipotensi), nyeri kepala organik sebagai bagian pendesakan ruang otak (tumor otak, infeksi, atau perdarahan selaput otak), penyakit hidung dan penyakit mata.
“Di sini, nyeri kepala sebagai alarm/peringatan dini terhadap penyakit yang mendasarinya. Sehingga tidak mudah menyepelekan karena bahayanya,” papar Qimi.
Adapun contoh nyeri kepala yang menunjukan tanda- tanda bahaya dan memerlukan evaluasi, lanjutnya, adalah nyeri kepala hebat pertama kali yang timbul mendadak, nyeri kepala yang bertambah berat selama beberapa hari dan minggu, nyeri kepala yang disertai penyakit umum seperti demam, mual, muntah dan kaku di leher, serta nyeri kepala yang disertai kelainan neurologis/saraf seperti penurunan penglihatan, rasa baal, mengantuk, dan perubahan kepribadian.
“Contoh keadaan di atas harus memerlukan penanganan yang menyeluruh dan perlu evaluasi lebih lanjut dari dokter ahli. Sehingga akan tertangani penyakit yang mendasari sakit kepala tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, menghilangkan sakit kepala bisa dilakukan dengan minum obat.Yakni obat-obatan simptomatis yang bersifat mengurangi atau menghilangkan gejala nyeri kepala yang datang dan obat-obatan profilaksis yang bersifat mencegah timbulnya sakit kepala.
Adapun contoh obat simptomatis (penghilang gejala), jelas Qimi, adalah asam asetilsalsilat, parasetamol, ibuprofen, ketoprofen dan lain-lain. Jenis obat ini termasuk obat bebas paling dikenal masyarakat Indonesia yang dijual dengan berbagai merek dagang. Obat-obatan di kelompok ini sangat bermanfaat dalam penanganan sakit kepala ringan hingga moderat dan migrain.
Dikatakan Qimi, sebagai obat nyeri, parasetamol merupakan obat pilihan untuk mengobati sakit kepala. Namun, obat ini dianjurkan untuk tidak diminum pada penderita gangguan fungsi hati dan alergi terhadap paracetamol. Pecandu alkohol juga tidak dianjurkan minum obat ini karena mengkonsumsi parasetamol bersama alkohol dapat meningkatkan efek racun parasetamol pada hati.
Sementara obat-obatan profilaksis (pencegah gejala), lanjutnya, berfungsi untuk mencegah datangnya sakit kepala sejak awal, atau mengurangi frekuensi dan kehebatan sakit kepala.
“Yang termasuk obat ini di antaranya antidepresan, obat-obatan kardiovaskuler, vitamin B, yang tentunya harus di bawah pengawasan dokter,” sebutnya.(*/dha)
DIarsipkan di bawah: Kaltim Post, Konsultasi, sakit kepala | Leave a Comment »

Tribun Kaltim, 17 Februari 2008
Aktivitas olah raga sangat diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh.Tetapi aktivitas tersebut harus ada batasan dan aturannya. Dr Fajar Rudy Qimindra, dari Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) menjelaskan,”Praktisi kedokteran olah raga menganjurkan olah raga secara teratur 3-4 kali / minggu selama kurang lebih 0,5 jam yang sifatnya CRIPE”.
CRIPE merupakan kependekan dari continuos, rhytmical, interval, progresive dan endurance training. ”Jadi latihan dilakukan terus-menerus tanpa henti, otot- otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur, selang- seling antara gerakan cepat dan lambat, berangsur-angsur dari latihan ringan ke latihan yang berat dalam waktu tertentu,” kata Fajar.
Beberapa pilihannya adalah jalan kaki, jogging, lari, renang, dan bersepeda. “Bersepeda sendiri disebut sebagai aktivitas fisik yang murah dan cocok untuk menjaga kesehatan yang bisa dilakukan untuk tujuan kerja, sekolah, dan lainnya,” tuturnya.
Fajar menambahkan, manfaat yang paling terasa dengan bersepeda ini adalah latihan yang lebih intens pada otot-otot kaki dibandingkan bila melakukan jogging ataupun berjalan kaki. Manfaat bersepeda bukan hanya dari segi fisik, namun juga mental. Para peneliti menyatakan bahwa aktivitas olah raga yang terbaik adalah gabungan dari olah raga beban seperti fitness dan olah raga gerak seperti bersepeda.
”Keseimbangan kuantitas dan kualitas dalam melakukan orah raga beban dan olah raga gerak akan menghasilkan pembakaran lemak dan di sisi lain massa otot tubuh bertambah. Tentu saja hal tersebut sangat membantu kita dalam mendapatkan bentuk badan yang ideal,”katanya.
Tapi, kebanyakan genjot, bisa membuat betis besar nggak sih Dok? Ditanya begitu, Fajar Mengatakan,”Itu hanya ketakutan sebagian orang. Bersepeda itu tidak membuat betis membesar..Betis dan paha tampak membesar akibat adanya tumpukan lemak di sana. Cara mengatasinya adalah dengan mengurangi jumlah kalor / makanan yang masuk ke dalam tubuh anda, Sebaiknya,lakukan latihan atau olah raga seperti bersepeda ataupun dengan bersepeda stasioner.” (CPK)
Fajar menegaskan tak perlu ada ketakutan untuk memulai sehat dengan bersepeda.”Ada tiga manfaat sekaligus. Yang pertama badan jadi sehat, hemat, karena tidak perlu beli BBM, dan ketiga menurunkan emisi, ”ucapnya.
DIarsipkan di bawah: Bersepeda, CRIPE, Tribun kaltim | Leave a Comment »