Beranda > Dokter, KLL > Dokter juga Manusia: Berhati- hatilah di Jalan

Dokter juga Manusia: Berhati- hatilah di Jalan

Dokter juga manusia, butuh udara untuk hidup, butuh makanan untuk hidup, bisa hidup juga bisa mati. Kematian tidak bisa ditolak dan diundurkan kalau memang sudah digariskan. Walau sudah berhati – hati , ada saja jalannya untuk menghadapkan amal kita.

Jumat,28 maret 2008,pukul 19.00, dokter Agus Sapto 95 mengirim SMS mengabarkan bahwa dr.Rusfandi,30 th, KLL (kecelakaan lalu lintas) hingga meninggal dunia. Inna Lillahi wa inna Lillah Roji’un.
Ini menambah deretan rekan-rekan kita yang meninggal karena KLL dalam waktu 2 tahun terakhir. Sebelumnya rekan adik kelas dr. Hilmy rosyida dan dr. Abdul Cholik telah mendahului kita karena KLL juga.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tetap berhati- hati di jalan.Berikut kutipan berita dari Indo Pos online.

Sabtu, 29 Mar 2008,
Hendak Ujian, Dokter Tewas Terlindas Truk

SURABAYA – Satu lagi nyawa melayang sia-sia di jalan raya. Rusfandi, 25, seorang dokter yang bertugas di Bangkalan kemarin (28/3) siang tewas terlindas truk kontainer di Jalan Perak Barat, persis di ujung Jalan Tanjung Karawitan.

Kasatlantas KP3 Tanjung Perak AKP Sukarli mengatakan, setelah kecelakaan, sopir truk kontainer itu berusaha kabur. “Setelah kejadian, sopirnya menghilang,” tuturnya kepada Jawa Pos di lokasi.

Namun, Sunanto yang mengemudikan truk bernopol DK 8114 BN tersebut akhirnya menyerah sekitar pukul 16.30. Warga Sidoarjo itu mengaku melarikan diri karena takut bakal diamuk oleh massa.

Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 13.40. Sehingga, terjadi kemacetan di Jalan Raya Perak Barat. Selain mengundang perhatian warga, proses evakuasi truk yang naik ke trotoar itu menyulitkan petugas. Petugas baru bisa menarik truk tersebut setelah selang setengah jam dari waktu kejadian. Sementara itu, korban yang sebagian tubuhnya remuk tersebut sempat dibiarkan tergeletak di badan jalan. Evakuasi jenazah dilakukan setelah polisi tiba sekitar pukul 14.25.

Yuristiarso, seorang saksi mata, mengatakan, kecelakaan itu terjadi sangat cepat. Waktu itu, truk kontainer dan sepeda motor Revo bernopol M 2792 GQ yang dikendarai oleh korban sama-sama berjalan dari arah selatan menuju Pelabuhan Tanjung Perak. “Posisi korban berada di samping kanan truk,” jelasnya.

Tiba-tiba, tutur dia, truk berbobot mati 20 feet itu oleng, lalu mengarah ke kanan, yakni ke arah korban. “Saya tidak tahu sebabnya. Tiba-tiba, korban sudah berada di bawah truk,” ujarnya. Bisa dipastikan, korban tewas seketika.

Menurut Sutrisno, saksi mata lainnya, truk tersebut bergerak liar akibat menghindari mobil di depannya yang mengerem mendadak. Mungkin, sopir truk lantas membanting setir ke kanan. “Korban yang berada di arah kanan langsung terlindas,” ucapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, ada empat sepeda motor yang berada di samping kanan truk itu. “Hanya, yang tiga berhasil menghindar. Sementara, korban yang terdepan tak sempat menghindar,” tambahnya.

Korban hingga sore kemarin masih divisum di RSU dr Soetomo. Menurut Arif Budiman, keluarga korban, Rusfandi adalah seorang dokter yang bertugas di Bangkalan. Saat ini, dia tengah menjalani program pendidikan dokter spesialis (PPDS) di FK Unair. Kemarin, korban ke Surabaya untuk mengikuti tes anestesi di Unair. “Saya tak menyangka bahwa dia (Rusfandi, Red) mengalami musibah itu,” katanya dengan nada lirih. (ded/nw)
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=333252

Kategori:Dokter, KLL
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: